Menggapai Mimpi Kedua

Munajat Seorang Ayah

Ini adalah suara hati yang memancar sebagai Munajat atau lirihan nurani … Mudah-mudahan bermanfaat bagi siapapun yang membaca dan menyebarkannya. Salam

1. Yang Paling Menyayangiku

Sungguh, aku merasa, orang yang paling menyayangiku di dunia ini adalah orangtuaku. Betapapun aku dan bagaimanapun aku, bapak ibuku tetap menyayangiku. Walau aku sering membuat beliau sedih dan kecewa, aku merasakan cinta beliau terus mengalir. Aku, yang Allah takdirkan sampai berusia tiga puluh tahun lebih merasa belum apa-apanya dalam membalas budi beliau berdua. Cinta beliau berdua terus menemaniku setiap saat. Walaupun aku jauh dari beliau ( aku di Bandung, ayah ibuku di Klaten) aku merasa begitu dekat. Walau jarang aku berkomunikasi dengan beliau, tapi aku merasakan kehadiran beliau. (Terima kasih ya pak, ya bu, ananda menyayangimu selalu).

Salah satu munajat yang sering aku panjatkan selain doa populer robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogiro, adalah sebuah munajat khusus yang kuperoleh dari sebuah pengajian.

Munajat itu adalah

Ya Allah, setiap amal kebaikanku yang Engkau beri pahala, berikan pula pahala itu untuk kedua orangtuaku. Ya Allah setiap kebaikan yang aku lakukan dan engkau berikan pahala, curahkan pula pahala itu untuk bapak ibuku. Amin

Terus terang salah satu sebab yang sering membuat menetes air mataku adalah ingat orangtua. Aku merasakan sekali betapa aku masih belum bisa berbuat sesuatu untuk membahagiakan beliau berdua.

Aku tahu, Bapak ibuku selalu berkorban untukku hingga aku jadi ‘manusia’. Aku juga tahu, aku sering merepotkan beliau dengan berbagai masalah dan keperluan yang biasanya langsung beliau kabulkan.

Oh ya, aku masih memiliki sebuah mimpi untuk beliau. Aku mau menghajikan beliau. Walau sampai sekarang aku belum bisa, aku terus berupaya dan selalu berharap kepada Allah, semoga Allah memberikan kelimpahan rezki kepadaku sehingga aku bisa menghajikan beliau berdua.

Ya Allah, Wahai Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, curahkan selalu kasih sayang-Mu kepada orangtua hamba. Balaslah setiap kekecewaan dan kesedihan orangtua dengan ampunan dan rahmat-Mu. Berikanlah khusnul khatimah dan jauhkanlah shuul khatimah. Kumpulkan kembali kami sekeluarga dalam naungan-Mu di dalam surga. Jangan cerai beraikan kami, jangan pisahkan kami. Jadikan setiap tetesan keringat pengorbanan bapak dan ibu sebagai pahala yang engkau terima. Maafkan kesalahan beliau berdua.

Amin

2. Cintainya Tiada syarat, Tiada pamrih

Kalau aku ingat bapak ibu seringnya aku meneteskan air mata. Bagaimana tidak? Aku merasa bahagia, aku mempunyai orangtua yang sangat mencintaiku. Walau disisi lain aku masih belum bisa membalasnya. Aku merasa cinta beliau tanpa syarat dan tanpa pamrih.

Coba kita bandingkan. Kira-kira cinta siapa yang ‘memadainya’ seperti cintai orangtua. Misalkan pasangan kita, suami kita atau istri kita.

Pasangan kita mencintai kita. Namun adakah cintanya akan tetap penuh di saat kita menyakitinya? Adakah cintanya tetap disaat kita mengecewakannya?

Sementara cinta orantua jauh lebih mulia dan lebih suci. Bagaimanapun kondisi sang anak, orangtua pasti akan selalu mencintainya. Walaupun anak melakukan perbuatan yang membuat orangtua malu, sedih, bahkan sakit. Orangtua tetap menyayangi anaknya.

Contoh yang lain teman menyayangi kita. Namun adakah sayangnya akan tetap tumbuh bersemi jika kita mengacuhkan? Adakah cintanya akan tetap utuh di saat kita mengkhianatinya?

Kebanyakan teman akan berfikir ulang terhadap sayangnya.

Sementara orangtua akan selalu menjaga lilin cintanya walaupun ada badai yang berusaha memadamkannya. Walau nyala lilin itu menyakiti diri sendiri bahkan membuat lilinnya akan habis, namun cinta dan kasih orangtua akan tetap menyala sepanjang hayatnya.

Sungguh, inilah rasa yang aku alami. Aku merasa orangtua selalu dan akan selalu menayayngiku. [Allah, balaslah kasih sayang beliau dengan kasih sayang-Mu kepada beliau berdua]

Untuk itu aku masih mempunyai sebuah mimpi untuk kembali ke kampung menemani beliau berdua. Menemai di saat masa tua beliau yang tengah beliau alami. Merawat beliau di saat beliau sangat membutuhkan bantuanku.

Ya Rahman, Rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, Rahmat-Mu mendahului murkamu, Rahmat-Mu tercuarhkan kepada segala makhluk. Limpahkan Rahmat-Mu kepada bapak ibuku ketika di dunia dan di akherat. Jadikan Rahmat-Mu menghapus segala salah dan keliru beliau. Jadikan Rahmat-Mu menjadi penghilang segala dosa beliau berdua.

Ya Allah ijinkan hamba selalu menemaninya sepanjang hidupnya. Ijinkan hamba menemani dan merengkuhnya dalam pelukan hamba.

Amin

3. Doa favouritku

Rabbij ‘alni muqimash sholati wamindzurriyati.

Wahai pencipta dan pengaturku, jadikanlah aku orang-oranh yang menegakkan salat, demikian juga anak keturunanku.

Sebuah doa jangka panjang yang sarat kekuatan. Aku saja tidak tahu nasib dan apa yang terjadi denganku apalagi anak keturunanku. Oleh karenanya aku sering melantunkan  doa ini agar aku bisa berharap Allah menjadikan anak keturunanku menjadi orang yang menegakkan salat.

4. Milladunka

Dalam bab sebelumnya aku jelaskan beberapa doa favouritku, dan inilah doa yang paling aku sukai, doa yang menjadikanku berani berpijak melangkah ke depan. Doa ini adalah doanya Nabi Shaleh yang sudah lama tidak mempunyai anak, namun beliau dengan sabar dan istiqomah terus menerus melantunkan doa ini. Rabbi habli milladunka dzurriyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a. Ya Rabb, pencipta dan pemeliharaku, anugrahkanlah kepadaku dari sisi-Mu anak keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau maha mendengar doa.

Karena saking favouritnya doa ini, nama-nama buah hatiku ku sisipkan kata milladunka. Aku suka kata ini karena kata memiliki hikmah dan makna yang sangat mendalam. Milladunka artinya dari sisi Engkau. Hikmahnya apapun yang aku terima dan aku peroleh semuanya adalah dari sisi Allah. Aku merasa inilah bentuk akidah seorang muslim, yaitu mengakui Tuhan Allah sebagai pemberi karunia dan nikmat. Konsekuensi dari pemahaman ini adalah aku merasa ringan dan bebas, karena semua yang ada padaku, termasuk anak-anakku, adalah punya-Nya, yang Ia titipkan kepadaku.

5. Kuiringi langkahnya dengan doa

Banyak kekhawatiranku khususnya tentang betapa kerasnya hidup dan kehidupan ini bagi anak-anakku kelak. Kekhawatiranku tentang betapa ada sisi jahatnya sebuah hiburan bernama televisi. Betapa kerasnya dampak tekhologi yang saat aku menulis munajat ini aku merasa begitu khawatir dnegan generasi sekarang. Generasi yang sebentar lagi akan  teruka dengan dunia luar yang bebas dan tak terbatas.

6. Rumahku Bekalku

Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah swt dengan rumah yang tidak pernah disebut nama Allah adalah seperti orang hidup dan orang yang mati HR Syaikhan

Inilah salah satu hadits yang menjadi dasar saat aku akan memulai berumah tangga. Aku berencana ketika sudah menikah ingin rumahku tidak kosong sebagaimana digambarkan hadits si atas. Untuk itu aku berencana membuat sebuah pengajian anak di rumahku. Dan alhamdulillah aku bisa merealisasikan renacanaku itu. Kini, setiap habis maghrib sama isya’ aku membimbing beberapa santri di rumah untuk belajar Al Quran dan belajar tentang kehidupan. Biasanya ketika ada santri baru, aku menerangkan bahwa pengajian di rumahku itu beda, tidka seperti TPA/TKA yang materinya kebanykan iqro’, hafalan dan keislaman. Di tempat pengajian yang diberi nama sanggar embun pagi, santriku belajar tentang semua. Belajar tentang memasak, belajar tentang bereksperimen, belajar drama, belajar outbound dan lainnya. Salah satu hal yang ingin aku rubah adalah mengotimalkan otak kanan mereka. Otak kreatifitas dan otak imajinasi. Aku merasa bahwa santri-santriku sangat lemah dalam kreatifitas dan imajinasi. Ini juga curhatku di buku ini bahwa aku merasa ada sesuatu yang kurang dalam pola pendidikan di sekolah-sekolah formal di indonesia. Di sekolah formal dari TK sampai SMU anak lebih diutamakan otak kiri, otak menghafal, otak informasi dan otak menjelaskan sesuatu. Otak yang runut dan otak yang sistematis. Kebanyakan anak-anak yang aku teliti secara sederhana, mereka kurang kreatif dan kurang imajinatif. Salah satu hal kecil, coba saat mereka disuruh menggambar pemandangan. Apa yang mereka gambar? Biasanya mereka menggambar gunung 2 buah, ada jalnnya, ada sawahnya, ada matahari di tengah-tengah gunung.

7.  Jihad Doa

Ini adalah pengalaman Ramadhan terbaikku. Sewaktu aku belum menikah. Pada saat itu aku merasa sudah ‘wajib’ untuk menggenapkan agamaku. Maka aku pun mulai mempraktekkan Jihad Doa untuk agenda besarku, yaitu menikah. Nah, kebetulan juga perasaan itu muncul saat menjelang Ramadhan. Maka jadilah aku menrencanakan untuk Jihad Doa di bulan suci itu. Maka jadilah Ramadhan tahun itu sebagai Ramadhan Jihad Doa Mau menikah.

8. Rumahku Surgaku

Tuhan, hari ini Engkau kumpulkan kami di rumah ini. Canda dan tawa selalu memenuhi semua ruangan. Walau terkadang tangis dan sedih terselip pada hari-hari kami. Tuhan, hari ini Engkau semarakan hati kami dengan kebahagiaan dan kegembiraan dariMu, banyak senyum terhias dalam dinding kamar, ada gelak tawa pada hiasan di rumah ini. Tuhan, bila hamba bayangkan hari kemudian, lemas hati ini, luruh nurani ini, betapa banyak hal yang belum kami perbuat, begitu sering kami melalaikan berbagai kewajiban kami pada seluruh keluarga ini. Namun, Allah, jika hamba ingat rahmat dan kasih sayangMu, gembira hati ini, lega dada ini mengingati begitu luas dan begitu dalam kasih sayangMu kepada kami semua. Tuhan, hamba berharap dan akan terus berharap semoga, Engkau kumpulkan kami lagi di surgaMu sebagaimana Engkau kumpulkan hari ini keluarga kami di rumah ini. Amin

9. Selamat Bobo Sayang …

Duh bobok dede bobok, berdoalah sebelum bobok, Allah akan menjagamu, menemanimu sepanjang malam. Kulirihkan selalu doa itu untuk mengiringi tidurnya. Kulirihkan doa itu sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Aku hanyalah seorang ayah yang dhoif, ayah yang jahil, ayah yang belum shaleh. Kuserahkan dirinya pada Rabb-nya, kupersembahkan tidurnya kepada Allah. Karena aku yakin Allah akan selalu menjaganya, Allah pasti akan selalu menemaninya. Ya Allah, maafkan hamba yang belum bisa menjadi ayah yang baik, hapuslah segala khilaf dan noda dosa yang terus menerus menemani hari-hariku. Ya Allah, kutitipkan anakku, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemelihara. Tidur yang nyenyak sayang …. Allah ada di dekatmu selalu. Amin

10. Yakinilah

Ya Allah, aku ridho Engkau Tuhanku. Pun aku ridho apapun yang sudah terjadi adalah yang terbaik bagi hamba. Hamba yakin karena hamba meyakini bahwa Engkau adalah Yang Maha Sayang kepadaku. Hamba yakin, cintaMu kepadaku melebihi atas segala sesuatu. Hamba juga yakin, kasih sayangMu selalu meliputi segala kejadian yang menimpaku. Hamba yakin Engkau tidak akan pernah berbuat yang tidak baik kepada hamba.

Ya ALlah aku ridho Muhammad adalah nabi dan rasulku. Hamba ridho dan ikhlas untuk mengikuti dan menjalanan perintahnya. Hamba ridho, bahwa hanyalah Muhammad teladan yang contoh yang harus aku ikuti. Aku ridho, dan aku akan meniru beliau sekuat tenaga.

Ya ALlah aku ridho islam adalah agamaku. Aku ridho jalan islam adalah jalanku. Cara islam adalah caraku. Peraturan islam adalah peraturanku. Hukum islam adalah hukumku. Aku rela untuk kujadikan arah dan perjalanan hidupku.

Nabi Muhammad SAW bersabda, Jika setiap pagi seorang muslim melantunkan tiga ridho di atas maka jika hari itu ia dipanggil Allah, maka ia akan masuk surga. Yakinlah …

11. Penerimaan Yang Tulus

Empat kunci kebahagiaan. Segala hal jika melakukannya akan mendapatkan kebahagiaan. Tak kan tercapai kebahagiaan tanpanya, yaitu

1. menerima yang sedikit

2. memaafkan kesalahan

3. tidak membebani

4. tidak mendholimi

Jika seorang suami menerima istri apa adanya. Jikalau istri tak bisa masak, terimalah apa adanya. Apa adanya. Jangan menuntut yang lebih, yang tidak bisa istri lakukan. Jangan memberikan beban yang tidak bisa istri tanggung. Dan maafkan dengan tulus.

Pun seorang istri, terimalah suami apa adanya. Jika suami tidak berlebihan uangnya, jangan meminta yang lebih terima apa adanya. Jangan membebani suami dengan beban yang melebihi kekuatannya. Dan maafkan ia selalu.

Pun jika ada adalah orangtua, terimalah anak apa adanya. Jika adanya anak belum pintar terimalah.Terimalah dengan total. Tanpa syarat. Jangan membebaninya dengan beban yang berat dalampikulannya. Dan maafkan ia terus dan selalu.

Maka itulah kunci kebahagiaan. Yuk, kita praktekkan!

12.   Zaina-ku

Matanya, polos tak kuasa ku tatap ia. Senyumnya tulus,  tak kuasa ingin kukecup pipinya. Yap, dialah zaina anakku yang kedua. Seorang anak perempuan yang ALalh titipkan padaku. Sampai saat ini aku masih … aku masih merasa belum bisa jadi ayah yang baik. Banyak faktornya. Tapi, aku bahagia karena Allah yang menitipkan ia, selalu menamani hari-hariku. Aku begitu bersyukur. Kebodohanku, selalu ALlah luruskan. Kekeliruanku, selalu Allah perbaiki. Terima kasih Allah.

13.  Met Ulang Tahun Sayang

Kemarin, 11 april anakku yang kedua genap berumur 1 tahun. Perjalanannya terasa cepat, tak terasa memang. Berbagai kejutan terus menerus menghangatkan jiwa dan hati kami, pun karena sikap menirunya yang cepat membuat kami harus banyak memperhatikan tingkah polah kami bertiga, aku, istri dan kakaknya. Banyak dans sering, dede, begitu kami memanggilnya, meniru segala hal yang kami lakukan. Baik yang serius, bercanda atau sedang bermain-main. Ya Allah, pilihkan kami perbuatan yang terbaik yang bisa ia lihat dan ia tiru. BUang jauh-jauh segala perbuatan jelek kami. Di pagi itu, setelah salat subuh, ku tatap tubuhnya yang sedang berbaring. Kudekati ia, kupeluk ia. Kurengkuh jiwanya, kudekap nafasnya. Kubisikkan berbagai doa dan munajatku. Ya Allah, jagalah ia karena Engkaulah sebaik-baik dan yang paling sempurna penjagaannya. Bimbinglah ia, karena Engkau adalah sebaik-baik pembimbing. Kuserahkan ia, pada Engkau agar Engkau memelihara jiwa dan nafsunya. Tambahkan hikmah dan kebijaksanaan dalam hati dan pikirannya. Kuatkan dan sehatkan badannya. Ya Allah, sebagaimana Engkau titip ia, titipkan pula ilmu yang barokah dan harta yang barokah agar ia hanya makan nikmat yang halal dan berkah. Amin. Met ultah ya de…. Allah akan menyertaimu selalu….

14. Anakku mulai rajin membaca

Hari kemarin aku pulang membawa buku pinjaman dari perpustakaan. Sebuah buku hebat yang akan ‘menipu’ banyak anak. Langsung saja, anakku yang paling gede bertanya padaku saat aku pulang. “Yah bawa sesuatu?” Pertanyaan wajib yang selalu ia tanyakan saat aku pulang. “Kak hari ini ayah bawa buku bagus!” Langsung saja sang kakak membuka tas dan mengambil buku itu. Ia tengkurup di tembok batas untuk membaca buku itu. Ya.. itulah rutiniasku yang baru, melihat dan mengaamti anakku yang sedang senang-senangnya membaca. Kebanyakan sih ia nmembaca dalam hati.  Sering, tiba-tiba ia bilang, yah buku ini udah saya baca semuanya.

Memang, anakku yang pertama ini banyak membuatku terkejut. Ia sering membuat kami bangga walau kadang membuat kami harus banyak istighfar karena kami masih banyak salah  dalam mendidik maklum kami masih banyak belajar. Ia sudah bisa membaca sejak umur 4 tahun. Itu juga tanpa sengaja ia membaca sebuah kata. Nah, setelah itu meluncurlah kekuatannya. Membaca menjadi bagiannya. Pun demikian juga dengan iqro’, kami tidak memerintahnya, namun seringnya ia minta diajarin qiro. Alhamdulillah saat ini sudah iqro’ 4.

Ya Allah, tangan kami banyak noda, lisan kamtidak lagi suci. Kami banyak kekeliruan. Luruskan kami dalam mendidiknya Allah.  Ampunilah kami yang tak bisa memberinya ruh islam yang sering kami idam-idamkan. Tunjkilah hati ini, agar ia bisa mengalahkan nafsu kami yang menggelora. Maafkan kami, maafkan kami. Bimbinglah kakak agar ia esok menjadi anak yang shalehah, yang menjadi kebanggaan kami di dunia dan di akherat kelak. Amin. I love You, Kakak

15. I Love You Kakak

Inilah kalimat kesukaanku dan kakak, anakku yang pertama. Kata ini sering kami ucapkan berdua. Kata ini juga merupakan kata hati kami, yaps kami memang saling mencintai dan menyayangi.

Baca Selanjutnya di Munajat Seorang Ayah (2)

8 Tanggapan to "Munajat Seorang Ayah"

saya ingin bergabung, bagaimana caranya?

canggih tadz…

brillian…….
inspiring……

Andai aku peri yang bisa mengabulkan permintaan semua orang
Pasti akan ku kabulkan apapun permintaan rakyat Indonesia
Andai Aku milyader yang uangnya tak pernah habis
Pasti akan kubagikan uangku pada rakyat miskin diIndonesia
Andai aku Super Hero yang kuatnya tak tertandingi
Pasti akan kuserang orang-orang yang mengambil kekayaan Indonesia
Andai aku Penyihir yang hebat
Akan ku sihir hingga semua kekayaan Indonesia sebanyak dulu
Andai aku Einstein yang cerdas luar biasa
Akan ku buat rakyat Indonesia lebih pintar
Sayangnya aku bukan mereka,,
Aku hanya anak kecil yang belum menjadi apa-apa
Aku hanya menunggu aku menjadi dewasa
Sambil mencari ilmu sebanyak-banyaknya walau harus ke negeri nan jauh disana
Aku hanya bisa berdoa memohon kepada-Nya
Agar orang-orang dewasa diIndonesia tak menyianyiakan kesempatan menaikan Indonesia sampai
puncak tertinggi di dunia

pa,, anaknya lucu…hehehehehe

orang tua sudah cukup bahagia dengan melihat kita hidup yang bahagia, dengan menjadi muslim sejati…
orang tua yang sukses adalah yang bisa mempunyai anak2 dengan akhlak yg kharimah…

salam sesama orang klaten ya ustadz

salam kenal
membaca tulisan anda saya kangen dengan orang tua, sebab saya sekarang ada di tasik kuliah, sedangkan orang tua saya di kalbar.

salam kenal toksibalisu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Buah Hati

Qoniah Zaina MILLADUNKA

Kumpulan Tulisanku

PROGRAM UTAMA

Meninggal Dengan Karya. Sebuah program yang akan membantu Anda untuk bisa menghasilkan satu karya yang bermanfaat untuk orang lain. Bersama, kita hasilkan sebuah karya untuk bekal akherat. Jika detik ini Anda dipangil Allah. Kemudian ditanya : Karya Apa Yang Pernah Kamu Buat Untuk Orang Lain? Bisakah Anda menjawabnya .. Gabung bersama Program ini, Anda akan bisa menghasilkan sebuah karya hebat Anda yang bisa Anda jadikan jawaban pertanyaan di atas kelak di AKHERAT. Insya Allah. GRATIS wallpaper Program ini. Selain dalam bentuk ebook, kami berikan program ini dalam bentuk WALLPAPER untuk PC Anda. Buruan!!
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: