Posted by: yanda on: Mei 1, 2008
Siapa yang tidak ingin melihat buah hatinya bisa membaca saat mereka masih balita?
Hampir semua orangtua mendambakan mimpi itu. Tidak jarang orangtua mengkursuskan si bayi agar bias membaca. Banyak orangtua dengan berbagai cara memberikan tips jitu agar anaknya cepet-cepet bias membaca. Mulai membelikan flas card, menempel poster-poster huruf dan bahkan membacakan buku bagi merela.
Adakah yang salah dari uraian di atas?
Mimpi seorang ibu melihat anak kebanggaannya bias membaca di usia dini memang tidak salah. Usaha orangtua agar anak balitanya bias membaca juga tidak salah. Dimana letak salahnya?
Yang salah adalah cara atau metodenya. Karena cepat-cepat ingin melihat hasil, orangtua sering melupakan aspek metode. Karena ingin ‘pamer’ kecerdasan anak orangtua sering menggenjot sang anak dengan berbagai metode.
Terkadang orangtua lupa bahwa balita itu tidak sama dengan anak sekolah. Seringnya orangtua lupa bahwa balita itu bukan dewasa dengan tubuh kecil.
Karena kesalahan ini (atau karena tidak tahu karakter anak balita ya?) orangtua malah membuat anak frustasi dan stress. Akibat fatalnya anak akan mengalami gangguan perkembangan dan kesulitan belajar.
Oleh karenanya perlu diingat keinginan kuat mewujudkan mimpi harus diiringi dengan pengetahuan yang benar tentang metode dan tentang psikologi perkembangan.
Jika orangtua benar dalam metode dan paham akan psikologi anak, tidak mungkin sang anak bias membaca di usia 4 tahun.
Ingin bukti?
Lihat halaman selanjutnya
Seorang teman pernah bercerita, anaknya sudah bias membaca di usia 4 tahun. Sang anak sekarang sedang ‘gila’ membaca. Apa saja yang ada bacaan, pasti dibaca sang anak. Bagaimana cara orangtua membelajarkan anak membaca. Berikut beberapa tips (ada banyak tips lain yang berbeda, jadi cari yang terbaik) :
jangan membuat target. Biarkan anak mengalir. Tugas orangtua adalah menyediakan sarana serta memberikan dukungan.
tahap awal, kenalkan dulu huruf. Setelah hafal, pertajam anak dengan melakukan ‘pengamatan’ huruf di buku, di kartu, atau di mana saja ada hurufnya.
tempelkan kata-kata ‘ayah’ ‘bapak’ ‘ibu’ mama’ ‘nama anak’ di tempat-tempat strategis yang akan selalu dilihat anak.
JIka sudah hafal, perkenalkan dengan temannya. Misalkan ba , bi , bu , be , bo , dll dalam sebuah kata. Biasakan anak untuk menghafal nya. Tentu dalam kondisi yang menyenangkan.
lakukan terus menerus. Ingat!! Jika anak kelihatan bosan jangan diteruskan, jangan dituntut. Berhenti sebentar. Terus cari momen terbaik
jangan lupa belikan buku yang gambarnya menarik. Bacakan selalu buku itu. Ajarkan anak untuk menyukai buku.
belikan mainan yang ada huruf atau kata-kata yang mudah dieja anak.
suatu saat Anda akan terkejut anak Anda tiba-tiba bias mengeja.
Buktikan!!!
Jika Anda ingin diskusi lebih lanjut Kami tunggu email Anda di : gapai.mimpi@yahoo.com
Immune says : I absolutely agree with this !
Selain dapat membaca di usia dini, anak juga dapat menguasai dua bahasa bahkan lebih di usia yang sama. Banyak metode yang dapat digunakan, berikut ini sedikit saya “bocorkan.” (PERTAMA) Metode AI (ayah-ibu). Ayah menggunakan bahasa satu (B1) dan ibu menggunakan bahasa dua (B2). (KEDUA) Metode IO (in-out). Orang tua di rumah menggunakan B1 anak mempelajari B2 dari lingkungan tempat tinggalnya. (KETIGA) Metode AIO (ayah-ibu-out) ayah menggunakan B1, ibu menggunakan B2, dan anak mempelajari B3 dari lingkungan. Selamat mencoba.
Ini PR saya ustadz….
Doain ya….
Mei 15, 2008 pada 7:56 am
Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!http://www.infogue.com