Posted by: yanda on: Juni 10, 2008
Beberapa hari ini saya mengamati perkembangan anak saya yang sedang ‘aktif’. berbagai hal dicobanya. apakah yang wajar maupun yang tidak wajar. Terkadang kami kewalahan menanganinya, namun sejenak di malam-malam hari, kami berdiskusi dan tak jarang kami meneteskan airmata karena merasa bersalah kepada putri kami itu.
Setelah merenung ternyata memang inilah beratnya amanahNya. Anak dalam usia balita adalah RAJA. Ia akan melakukan apaa yang ia ingin tahu. sebagai orangtua tentu kami juga merasakan dampaknya.
Inilah beberapa hikmah yang kami peroleh mengenai kreatifitas anak.
Penghalang-penghalang yang akan kami sebutkan ini bisa mematikan anak seaddndainya ia memperoleh porsi yang sangat besar dalam kehidupannya.
3 penghalang kreatifitas itu adalah
1. takut berantakan
Anak di usianya yang berada dalam masa perkembangan otaknya akan selalu dan selalu ingin mencoba dan melakukan apapun yang ia sukai. Dalam kondisi ini orangtua seering tidak memaaahami kondisi anak. Karena takut rumahnya kotor berantaaaakan anak akhirnya dilarang untuk bereksperimen. Anak suka perang-perangan dilarang karena takut barang-barang yang sudah rapi berantaakan. Anak-anak suka masak-masakan juga dilarang karena takut mengotori ruang di rumah. Semuanya serba dilarang ataupun kalau diperbolehkan dengan suasanaa yang ‘mencekam’, sang anak tidak bebas ia dihantui perasaan dimarahi orang tua, akhirnya apa yang ada dalam diri anak tidak terekspresikan dengan benar.
Nah, 2 penghalang lagi memang sengaja saya simpan, siapa tahu ada yang nanya. Hayo siapa berani bertanya?
nanya dunk sisanya apa?
Desember 15, 2008 pada 8:34 am
ok mas judul artikelnya klo bisa ada sedikit refernsi ilmiahnya OK. suses terusss.