Posted by: yanda on: Desember 9, 2008
Siang kemarin saat idul qurban, aku menemukan sebuah rasa yang segera saja menjalar dalam relung nuraniku. Saat aku keluar rumah, aku bertemu banyak orang yang rata-rata mereka sedang membawa sebungkus keresek. Saya duga mereka lagi membawa daging qurban.
Maka pikirankupun melambung tinggi, aku menemukan ebuah keajaiban idul adha, yaitu Pagi ini jutaan umat islam memperoleh kenikmatan yang luar biasa. Luar biasanya adalah nikmat itu dinikmati bersama-sama dan bentuknya sama. Coba Anda bayangkan, saat idul adha ini jutaan umat islam makan daging bersama. Jika sebelumnya ada yang tidak pernah makan daging karena mahal, hari ini mereka bisa merasakan lezatnya daging qurban. Jika hari-hari biasa mereka hanya bermimpi makan daging, hari ini mimpi mereka terlaksana. Apakah ini bukan keajaiban?
Adakah keajaiban ini bisa terwujud seandainya tidak ada idul adha. Saya menyangsikannya. Karena salah satu hikmah utama idul qurban adalah makan daging bersama. Jadi jika saja tidak ada idul adha mungkin banyak orang yang tidak ada bisa merasakan lezatnya sate kambing. terima kasih Allah karena perintah-Mu, banyak orang yang merasakan lezatnya nikmat ini.
Semua perintah Allah PASTI memberikan hikmah terbaik buat umat manusia. Demikian juga Idul Adha. Jika ada dampak negatif dari sunah itu, maka, itu adalah kekeliruan manusia dalam merealisasikannya. Karena salah satu hikmah idul adha adalah menghilangkan rasa ‘hewani’ dalam diri manusia. terima kasih.
Setuju dengan perintah Allah SWT. Tetapi justru disitulah letak ironisnya dengan apa yang dilakukan saudara kita sesama muslim.
Rasanya malu di hari Idul Adha mendengar berita seharian tentang pembagian qurban yang tidak terorganisir. Apalagi sebagai minoritas di lingkungan non muslim.
boleh tahu webnya?
Desember 9, 2008 pada 12:34 pm
tapi lebih ajaib lagi daging-daging yang telah dikurbankan oleh umat muslim bukan dinikmati sebagai rejeki oleh seluruh keluarga, melainkan dijual ke bandar yang sudah menunggu siap menerima daging hasil antrian.
idul adha juga membawa orang berdesak-desakkan, pingsan, ribut dan saling baku hantam.
ironic isn’t it?