Menggapai Mimpi Kedua

Riyaya Di Kampung

Posted on: Oktober 3, 2008

Setelah tahun lalu tidak ‘riyaya’ di kampung, akhirnya kerinduanku terbalas. Tahun ini aku bisa ‘riyaya’ di KLATEN kampung halamanku tercinta. Walau keluarha tidak lengkap (adikku tidak mudik karena istrinya mau melahirkan), namun aku bahagia. Sepeti kebiasaan kami sekampung, ritual sungkep aku laksanakan pada hari kedua ‘riyaya’.

Ada perasaan beda tahun ini. Perasaan yang tidak bisa aku maknai dengan kata-kata. Tapi simplenya ada satu keinginan dari dalam untuk bisa kembali ke Klaten-ku tercinta. Ada banyak kenangan yang mengalir tatkala aku ke sawah menunggu bedhuk sambil memetik kacang panjang yang ditanam bapak di sawah. Ditemani awan sore yang menyejukkan dan diselimuti udara petang yang menghangatkan aku melihat ke atas, ke langit yang berwarna-warni. Kenanganku akan kampungku kembali terkuak dan persis seperti baru terjadi kemarin. Kenangan-kenangan indah waktu kecil sampai remaja menjalari seluruh tubuhku. Ada kesunyian yang menancap dalam diri. Walau aku sadar orang-orang yang ada di kampungku bukan lagi bagian dari kenangan itu, namun banyaktempat yang membuatku teringat kembali.

Di bagian tepi desa, waktu dulu, aku teringat, waktu menjelang berbuka puasa aku gunakan untuk menanti bedhug azan maghrib. Jika sudah terdengar bedhug, aku dan teman-temanku berlarian menuju rumah masing-masing. Sungai kecil di samping kmapungku kuga jadi saksi kenangan itu …

1 Response to "Riyaya Di Kampung"

Sepertinya…
Saya pernah ke situ…

Dan akan selalu ingat kalau mau ke tempat pak tuo-ku,
Belokan ke kiri, deket terminal mbendo gantungan….
😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Buah Hati

Qoniah Zaina MILLADUNKA

Kumpulan Tulisanku

PROGRAM UTAMA

Meninggal Dengan Karya. Sebuah program yang akan membantu Anda untuk bisa menghasilkan satu karya yang bermanfaat untuk orang lain. Bersama, kita hasilkan sebuah karya untuk bekal akherat. Jika detik ini Anda dipangil Allah. Kemudian ditanya : Karya Apa Yang Pernah Kamu Buat Untuk Orang Lain? Bisakah Anda menjawabnya .. Gabung bersama Program ini, Anda akan bisa menghasilkan sebuah karya hebat Anda yang bisa Anda jadikan jawaban pertanyaan di atas kelak di AKHERAT. Insya Allah. GRATIS wallpaper Program ini. Selain dalam bentuk ebook, kami berikan program ini dalam bentuk WALLPAPER untuk PC Anda. Buruan!!
%d blogger menyukai ini: