Menggapai Mimpi Kedua

Pak Presiden, Jadilah Pemimpian Kami

Posted on: Oktober 11, 2008

Dalam waktu dekat ini bangsa Indonesia disibukkan oleh hajatan terbesar bangsa ini yaitu PEMILU. Pemilihan Umum yang akan memilih Orang Nomor 1 di Indonesia. Tulisaku ini melintas aja dalam pemikiranku saat melihat berbagai tayangan yang menyuguhkan berbagai fenomena ‘aneh’ bangsa ini! Cobalah baca dengan hati nurani Anda, bukan dengan nafsu Anda!

Tiba-tiba aku terdampar disebuah negeri yang tidak pernah aku kenal. Pakaiannya tidak seperti pakaian yang ada dalam masyrakatku. Bahasanya pun aku kenal tapi aku tak mengerti. Bathinku berkata, sepertinya aku terdampat di negeri Arab. Arab!!! Aku terperangah. Aku merasa asing di daerah yang mungkin sangat akrab dengan gambaran-gambaran mereka dalam Hadits dan Quran yang sering aku baca. Namun ….

Aku melihat seorang yang terlihat bekas-bekas keperkasaannya, namun kini badannya mulai lunglai karena kelelahan. Aku mengamatinya. Ia sedang membawa sekantung benda di punggungnya yang nulai renta. Namun di wajahnya aku tidak menemukan keceberutan dan kekesalan. Ia diikuti oleh seorang nenek-nenek yang tua renta. Dengan sangat hati-hati aku mengikuti mereka berdua. Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah tua. namun aku ragu, jika rumah itu ada di duniaku sekarang, maka akan dianggap sebagai sebuah gubung reot. bangunannya sudah rapuh dan ukurannya sangat kecil. Sang laki-laki itu masuk dan menatus barang bawaannya ke dalam, sementara sang nenek menunggu diluar. Tak lama kemudian laki-laki itu keluar dan berkata. Aku tidak begitu mengerti apa yang mereka ucapkan. Namun aku bisa menduga bahwa laki-laki itu akan pergi namun sang nenek mencegah dan memberikan sesuatu yang aku duga adalah upahnya. Namun sang laki-laki itu menolak dan mengatakan alasannya. Tapi tak tahu mengapa sang nenek malah menangis dan memeluk laki-laki itu untuk mengucapkan terima kasih.

Akupun mengikuti laki-laki itu pergi ternyata, ia pergi ke masjid karena terdengar azan berkumandang. Da betapa terkejutnya aku ternyata ia menjadi imam dan menjadi pemimpin di masyrakatnya. Akupun bertanya kepada salah seorang jamaah di sana. Ternyata orang itu adalah UMAR BIN KHATAB!! Deg….

Akhirnya aku kembali ke duniaku. Aku tertegun dan aku merenung. Aku rindu pemimpin seperti itu. Aku rindu memiliki presidenku, bukan presiden yang hanya aku lihat di tv, yang hanya menyapa lewat protokoler, yang tidak aku kenal dan tidak aku rasakan kehadirannya. Aku mengenal presidenku hanya sebatas ‘simbol’. Sungguh aku mimpi memeliki presiden seperti UMAR BIN KHATAB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Buah Hati

Qoniah Zaina MILLADUNKA

Kumpulan Tulisanku

PROGRAM UTAMA

Meninggal Dengan Karya. Sebuah program yang akan membantu Anda untuk bisa menghasilkan satu karya yang bermanfaat untuk orang lain. Bersama, kita hasilkan sebuah karya untuk bekal akherat. Jika detik ini Anda dipangil Allah. Kemudian ditanya : Karya Apa Yang Pernah Kamu Buat Untuk Orang Lain? Bisakah Anda menjawabnya .. Gabung bersama Program ini, Anda akan bisa menghasilkan sebuah karya hebat Anda yang bisa Anda jadikan jawaban pertanyaan di atas kelak di AKHERAT. Insya Allah. GRATIS wallpaper Program ini. Selain dalam bentuk ebook, kami berikan program ini dalam bentuk WALLPAPER untuk PC Anda. Buruan!!
%d blogger menyukai ini: