Menggapai Mimpi Kedua

Akhirnya kami puasa tv [ lagi ]

Posted on: Oktober 30, 2008

Setelah menikah kami sepakat untuk tidak menonton televisi. Karena kami beranggapan dalam televisi lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Oleh karenanya kami tidak membeli tv. Namun beberapa saat kemudian, sekitar beberapa bulan akhirnya kami tergoda. Namun kami memang tidak membeli tv tapi menggunakan tv combo eksternal. Dengan begitu tontonan televisi masih bisa kami kurangi.

Namun dalam perjalanannya, ternyata sangat sulit memisahkan mana tontonan anak dan dewasa. Karena hiburan yang membahayakan anak kami sengaja dikemas dalam berbagai bentuk yang tak kentara. Ada yang dalam bentuk sinetron, hiburan dan lainnya. OItomatis kami sangat sulit mengfilter anak kami yang keingintahuannya terkadang sulit kami bendung.

Untuk itu sekitar satu minggu yang lalu kami akhirnya puasa nonton. Kami sengaja memutuskan hubungan antena dan tv box-nya. Tiga hari pertama kami puasa ternyata sangat sulit bagi kami bertiga. Bukan apa-apa, istri dan anak yang sangat merasakan dampaknya. Kalau saya, masih bisa membaca koran maupun online internet. Sepi terasa di rumah. Namun kesepian itu hilang dengan suara radio yang sering kami dengar atau main game di komputer. Kebetulan kami menginstall banyak game house untuk bermain game anak kami.

Alhasil, sekarang setelah satu minggu, kami tidak merasa kehilangan televisi. Bahkan kami sangat bersyukur, dengan hilanganya tontonan televisi kami banyak mendengar siaran radio yang sangat bermanfaat buat kami sekeluarga. Kami jadi banyak diskusi dan banyak bergelut dalam aktivitas bersama.

Satu doa saya sebagai pimpinan rumah tangga, mudah-mudahan Allah SWT memberikan petunjuk dan arah dalam kami membimbing anak istri kami. YA Allah, sebagaimana kau kumpulkan kami dalam sebuah rumah dalam satu keluarga di dunia ini, kami mohon, kumpulkan kami kelak di surga-Mu. Jangan pisahkan kami di akherat-Mu. Amin Doa itulah yang sering saya lantunkan kepada Allah Sang pemilik kami sekeluarga. Ya Allah saksikanlah

2 Tanggapan to "Akhirnya kami puasa tv [ lagi ]"

Mantap ustadz…

Kami masih belum bisa nih…
Doain ya…

* Tapi sampai saat ini, si kakak (Muhammad rafsa Al Thalhah)
belajar kata-kata inggris dari TV
– yang sempet bikin “malu” adalah..
” yah..kalau A..inggris-nya apa…
trus.. Arab-nya?… “

Saya pake tv combo juga.
Dan karena satu komputer buat berempat (smua kuliah/sekolah), jadinya ya… yang nonton ngalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Buah Hati

Qoniah Zaina MILLADUNKA

Kumpulan Tulisanku

PROGRAM UTAMA

Meninggal Dengan Karya. Sebuah program yang akan membantu Anda untuk bisa menghasilkan satu karya yang bermanfaat untuk orang lain. Bersama, kita hasilkan sebuah karya untuk bekal akherat. Jika detik ini Anda dipangil Allah. Kemudian ditanya : Karya Apa Yang Pernah Kamu Buat Untuk Orang Lain? Bisakah Anda menjawabnya .. Gabung bersama Program ini, Anda akan bisa menghasilkan sebuah karya hebat Anda yang bisa Anda jadikan jawaban pertanyaan di atas kelak di AKHERAT. Insya Allah. GRATIS wallpaper Program ini. Selain dalam bentuk ebook, kami berikan program ini dalam bentuk WALLPAPER untuk PC Anda. Buruan!!
%d blogger menyukai ini: