Menggapai Mimpi Kedua

4 Penghambat Kesuksesan dan Cara Menghilangkannya

Posted on: Desember 3, 2008

4 Penghambat Kesuksesan

dan Cara Menghilangkan

Beberapa bulan ini, tepatnya 10 bulan terakhir, aku sangat bersemangat untuk bangkit, memiliki sebuah bisnis sendiri. Bukannya aku tidak puas dengan keadaanku sendiri, tapi aku memiliki sebuah cita, yaitu aku berbisnis, sehingga aku bisa memenuhi nafkah keluarga sambil aku bisa berkarya menolong orang lain, sementara aku tetap mengabdi sebagai guru di sekolah hebat yang jadi tempat mengajarku kini.

Pada tahap awal, aku ikut sebuah MLM yang merupakan satu-satunya MLM yang bisa mempengaruhiku. Niat awalku masuk MLM adalah merubah paradigma yang selama ini membelenggu diriku. Merubah cara pandangku yang salah tentang bisnis.

Alhamdulillah setelah mengikuti beberapa seminar dan pelatihan dalam MLM tersebut, aku mulai berubah, aku mulai berani terjun dalam bisnis skala kecil, yaitu mengajak orang. Mungkin bagi sebagian orang mengajak orang ikut MLM adalah sesuatu yang kecil, yang biasa, namun bagiku hal itu adalah prestasi hebat. Aku tidak malu lagi.

Setelah beberapa bulan aku ikut MLM itu, aku mulai bereksperimen membuat sebuah sistem baru yang merupakan duplikat sistem dengan cara berbeda. Ini juga prestasi kecil saya. Awalnya saya sangat bersemangat, memiliki mimpi yang telah bersemayam dalam dadaku.

Namum ternyata Allah menunjukkan sesuatu yang keliru dari sistem yang aku ciptakan ini. Akhirnya aku mundur pelan-pelan dari sistemku dan dari MLM ini.

Kemunduranku dari MLM dan sistemku ternyata tidak menyurutkan gelora semangatku.

Beberapa pikiranku yang telah memenjarakanku :

1. Aku Tidak Bisa

Selama ini, hampir sampai usiaku menginjak 30 aku dipenjara oleh statmen bahwa aku tidak bisa bisnis. Selama ini aku merasa bahwa bisnis adalah dunia luar yang hanya bisa aku lihat dan aku amati dari orang-orang sukses disekitarku. Lewat pelatihan dan buku-buku motivasi yang aku baca, aku mulai kikis pikiran salah ini. Bahkan detik ini aku sedang merintis bisnis yang tinggal tunggu waktu tepat untuk memulainya.

2. Aku Tidak Berani

Aku, termasuk orang oportunis, orang yang penuh perhitungan. Biasanya untuk menentukan sebuah kesimpulan atau tindakan aku sering menunda untuk melihat lebih jauh tentang keputusanku. Aku sering memiliki banyak alasan untuk mengambil satu keputusan. Aku lebih mendahulukan analisis dan informasi yang banyak dan akurat. Ini merupakan satu kelemahanku. Untuk itu aku coba terjun langsung. Kuberanikan diri dengan harapan di tengah jalan nanti aku menemukan kekuranganku.

3. Aku Malu

Salah satu persepsi salah yang selama ini bercokol dalam pikiranku adalah bahwa orang yang berisnis adalah orang ‘rendahan’, sehingga aku malu. Aku memiliki gengsi yang tinggi dalam hal ini. Saking malunya, menawarkan barangpun aku tidak akan mau.

Namun kini, aku mulai mengikis persepsi salan itu. Aku belajar menjadi orang yang berbisnis. Aku tidak akan malu lagi berbisnis.

4. Aku Tidak Punya Pengalaman

Aku termasuk orang yang tidak berani mengambil resiko. Aku adalah oportunis, sehingga aku biasanya menunggu orang memuliai dan melihatnya. Pandangan keliru inilah yang membuatku tidak berani keluar dari zona nyaman yang membelengguku. Setelah berdialog dengan orang-orang yang telah sukses pada suatu bidang, kini aku mulai memberanikan diri untuk terjun dalam dunia yang aku belum tahu. Tentu dengan informasi yang cukup terlebih dahulu.

Cara Mengatasinya

Dari ceritaku diatas ada beberapa hal yang pernah kulakukan dan berhasil merubah paradigmaku yang salah :

  1. Mengikuti pelatihan motivasi bisnis (Anda dapatkan hal itu dari MLM manapun, karena biasanya mereka memeliki pembelajaran yang merupakan urat nadi perkembangan MLM)
  2. Membaca buku-buku motivasi atau tekhnik motivasi. Memodelkan dan mengafirmasikan diri untuk memotivasi diri.
  3. Berdiskusi dengan orang-orang yang sukses. Ruh keberhasilan mereka akan menular pada diri Anda.
  4. Langsung terjun. Insya Allah, Anda akan melihat kekurangan Anda.

Yang Bisa Anda Coba Juga

Berikut ini ada beberapa yang sudah jadi rencanaku untuk menjadikan lebih berani lagi :

  1. Buka pikiran Anda yang sempit. Biasanya paradigma yang salah berasal dari cara pandang yang sempit. Anda harus dobrak dengan kekuatan kepercayaan diri akan kekuatan yang seberanya Anda miliki
  2. Jadikan cercaan, kritikan, celaan sebagai meteor Anda untuk bangkit segera. Jangan pernah menyerah hanya karena kerabat Anda berkata, “Wah Anda tidak akan berhasil di bidang ini.”
  3. Jangan takut gagal. Gagal hartus diterobos dan dicoba. Anda harus mengalaminya agar Anda tahu mana yang kurang dan mana yang harus Anda perbaiki.

OK! Selamat mecoba, sahabatku …

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Buah Hati

Qoniah Zaina MILLADUNKA

Kumpulan Tulisanku

PROGRAM UTAMA

Meninggal Dengan Karya. Sebuah program yang akan membantu Anda untuk bisa menghasilkan satu karya yang bermanfaat untuk orang lain. Bersama, kita hasilkan sebuah karya untuk bekal akherat. Jika detik ini Anda dipangil Allah. Kemudian ditanya : Karya Apa Yang Pernah Kamu Buat Untuk Orang Lain? Bisakah Anda menjawabnya .. Gabung bersama Program ini, Anda akan bisa menghasilkan sebuah karya hebat Anda yang bisa Anda jadikan jawaban pertanyaan di atas kelak di AKHERAT. Insya Allah. GRATIS wallpaper Program ini. Selain dalam bentuk ebook, kami berikan program ini dalam bentuk WALLPAPER untuk PC Anda. Buruan!!
%d blogger menyukai ini: