Menggapai Mimpi Kedua

Munajat Seorang Ayah (2)

16. Masa lalu itu …

Hari ini aku banyak merenung. Terutama tentang masa laluku. Berbagai kenangan-kenangan itu berkelebat mengitari memoriku. Kenangan itu ada yang hitam, ada yang putih dan ada yang berwarna. Tentu aku sangat ebrsyukur jikalau kenangan itu adalah kenangan yang berwarna. Namun saat ini  aku lebih berkonsentrasi terhadap kenangan warna hitamku. Warna yang penuh noda dan dosa.

Mengapa aku tertarik dengan dunia hitamku? Yaps, semua ini aku usik karena aku begitu bersyukur kepada ALlah, Yang memelihara dan mengaturku. Ada banyak masa laluku yang hitam kini hanya tinggal kenangan, ada yang terhapus, ada yang menghilang dan ada yang tergantikan.  AKu bersykur karena banyak diantaranya berada dalam luar kekuatanku. AKu banyak diberikan hikmah sehingga aku bisa berbuat yang lebih baik. Terima kasih Allah.

Tak baik emmang menyebutkan satu persatu masa laluku itu, namun kini aku sadar betapa aku ini lemah. Aku begitu tak kuasa menahan hawa nafsuku. Hanya Allah-lah yang berkuasa dan memberikan kekuatan dan kekuasaanNya kepadaku untuk menjadikanku lebih baik.  Aku begitu berterima kasih …

Allah, lemah diri ini tanpaMu. Kacai pikiran ini tanpa bimbinganMu. Belok langkah ini tanpa pelurusanMu. Terima kasih Allah, Engkaulah sebaik-baik pelindung dan pemeliharaku. ENgkaulah Tuhan yang kasih sayangnya melebihi kasih sayang hamba-hambaNya. ENgkau memelihara dengan kasih sayang, ENgkau melindungi dengan kelembutan dan kemesraan.

Allah, jalan itu masih terbentang. Jalan usia ini masih mendatangiku. AKu lemah Tuhan, aku dhoif dan dholim. Maka, temani aku dalam menjalani kehidupan ini. JAdilah sahabatk hamba yang selalu menyertai dan menemaniku sepanjang waktu. Allah,  Aku bersaksi dan bersumpah, tiada tuhan selain Allah. Amin

17. Panasnya membakar hatiku

Malam tadi, anakku yang kedua panas. Suhunya mencapai 39, bahkan suhu di mulutnya berkisar 40 derajat.  Malam itu kugendang anakku. Kurasakan panas yang sungguh panas menusuk hatiku. Tak tahan aku menatap wajahnya. Ku raba-raba seluruh tubuhnya agar panasnya mereda …

Ya Allah, Engkau adalah Rabb, pencipta dan pengatur manusia, sembuhkanlah sakit anakku, Engkaulah penyembuh, tiada yang bisa menyembuhkan selain Engkau,   penyembuhan yang tiada meninggalkan sakit lagi.

Berkali-kali istriku berkata, dek, sakitnya pindah aja ke bunda ya… biar bunda yang sakit. Sambil meneteskan air mata istriku terus menerus memeluk. Malam ini istriku tidak tidur.

Ya Allah, sabarkanlah kami, cintailah kami, masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang   mencintaimu dan orang-orang yang Engkau cintai …

Alhamdulillah, siang ini aku menelpon istriku, setelah dibawa ke dokter turunnya mulai reda. Reda pula kekhawatiranku. Terima kasih Allah…

18  Sekali lagi hamba bersujud

Tuhan, hari ini Engkau kembali menegur hamba. Pagi yang cerah ini Kau ingatkan kembali jalanku yang sudah melenceng. Pagi ini begitu terlihat betapa buramnya perjalanan hidup yang Engkau amanatkan ini. Tuhan, maafkan hamba, maafkan hamba, maafkan …. Maafkan hamba Allah … sekali lagi maafkan hamba. Kelu lidah ini mengenang berbagai dosa yang masih terus menerus hamba lakukan. Telah berjuta-juta kali hamba meminta maaf, dan berjuta-juta kali hamba melanggarnya, Allah hanya ENgkaulah yang bisa memaafkan dan menghapus dosa-dosa hamba, hanyalah Engkau yang mengasihi hamba … maafkan kami Allah.

1 Response to "Munajat Seorang Ayah (2)"

Semoga Allah juga mendengar doaku dan menyembuhkan anakku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bersama Buah Hati

Qoniah Zaina MILLADUNKA

Kumpulan Tulisanku

PROGRAM UTAMA

Meninggal Dengan Karya. Sebuah program yang akan membantu Anda untuk bisa menghasilkan satu karya yang bermanfaat untuk orang lain. Bersama, kita hasilkan sebuah karya untuk bekal akherat. Jika detik ini Anda dipangil Allah. Kemudian ditanya : Karya Apa Yang Pernah Kamu Buat Untuk Orang Lain? Bisakah Anda menjawabnya .. Gabung bersama Program ini, Anda akan bisa menghasilkan sebuah karya hebat Anda yang bisa Anda jadikan jawaban pertanyaan di atas kelak di AKHERAT. Insya Allah. GRATIS wallpaper Program ini. Selain dalam bentuk ebook, kami berikan program ini dalam bentuk WALLPAPER untuk PC Anda. Buruan!!
%d blogger menyukai ini: